Senjata Tradisional Indonesia

Senjata tradisional merupakan peninggalan nenek moyang kita yang lekat dengan suatu daerah. Dengan kata lain, setiap daerah mempunyai senjata tradisional yang berbeda. Pada zaman dahulu, keberadaan senjata tradisional digunakan untuk keperluan sehari-hari dan mempertahankan diri. Namun, saat ini senjata tradisional bukan hanya untuk keperluan sehari-hari, namun juga sebagai identitas diri suatu bangsa dan turut memperkaya khasanah budaya Indonesia. Berikut ini pengertian dari senjata tradisional secara lengkapnya, sekaligus contoh-contoh senjata tradisional beberapa daerah di Indonesia.

# Pengertian Senjata Tradisional

Secara umum, “senjata” merupakan alat yang berfungsi untuk melukai, membunuh, maupun menghancurkan suatu benda. Karena pengertian ini, maka senjata dapat digunakan untuk melindungi maupun mempertahankan diri saat bahaya mengancam. Tidak hanya itu, senjata juga dapat digunakan untuk membantu si pemilik saat ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara, “tradisional” menunjukkan suatu artefak atau kebiasaan, baik tertulis maupun tidak, yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Dari dua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “senjata tradisional” merupakan suatu alat yang digunakan untuk berbagai keperluan dan diwariskan secara turun-menurun dari generasi ke generasi tanpa mengalami perubahan bentuk maupun fungsi. Di Indonesia ini, hampir setiap daerah mempunyai senjata tradisional yang unik. Keberagaman senjata tradisional ini justru menjadi sumber kekayaan sekaligus situs budaya bangsa.

# Senjata Tradisional Jawa Barat

Provinsi yang juga sering disebut Sunda ini mempunyai banyak senjata tradisional, antara lain kujang, bedog (golok), baliung (patik), congkrang, arit, sulimat, dan balincong. Berikut ini ulasan lengkap tentang senjata kujang:

Bentuk    :    seperti pisau berlekuk, mempunyai motif yang unik, dan mempunyai panjang 20 – 25 cm.

Bahan    :    dari baja, besi, dan baja putih (pamor).

Filosofi    :    melambangkan ketajaman dan daya kritis masyarakat, serta kekuatan dan keberanian dalam melindungi kebenaran.

Fungsi    :    senjata berperang, alat pertanian, perlengkapan upacara, simbol keagungan raja atau pejabat, hiasan, dan cinderamata.

Jenis-jenis    :    kujang ciung, jago, kuntul, bangkok, naga, badak, kudi.

# Senjata Tradisional Bali

Bali tidak hanya terkenal akan keunikan budaya dan upacaranya. Pulau Dewata juga mempunyai senjata tradisional yang tidak kalah uniknya, seperti wedhung, keris tayuhan, tiuk, taji, kandik, caluk, dan arit. Berikut ulasan lengkap tentang wedhung:

Bentuk    :    sejenis pisau (belati) yang mempunyai motif unik pada bilah pisaunya (menjadi pembeda dengan wedhung dari Cirebon).

Filosofi    :    simbol kesiapan abdi terhadap pemimpinnya yang sedang berkuasa.

Bahan    :    logam tempa (untuk bilah pisaunya) dan besi atau kayu (untuk gagangnya).

# Senjata Tradisional Papua

Tidak hanya seni ukirnya yang adiluhung, suku Asmat Papua juga menyimpan kekayaan senjata tradisional. Beberapa di antaranya adalah kapak batu (dari batu nefrit), pisau belati (dari tulang burung kasuari), tombak, serta busur dan panah. Berikut ini ulasan lengkap tentang pisau belati:

Bentuk    :    seperti pisau pendek berlekuk, di mana pada gagangnya diberi hiasan bulu.

Bahan    :    belah pisau dari tulang burung kasuari dan hiasan pada gagang pisau dari bulu kasuari.

Fungsi    :    pelengkap senjata busur dan panah saat berperang atau berburu di hutan.

Filosofi    :    simbol kesahajaan, keharmonisan, sekaligus keindahan.

# Senjata Tradisional Aceh

Daerah Istimewa Nangroe Aceh Darussalam juga sering disebut dengan istilah “tanah rencong”. Mengapa? Ternyata, istilah tersebut diambil dari senjata tradisional daerah yang cukup unik, yaitu rencong. Sebenarnya, senjata tradisional Aceh tidak hanya rencong, ada juga siwah dan peudeung. Hanya saja, yang paling unik bentuknya adalah rencong. Berikut ulasan lengkap tentang senjata tersebut:

Bentuk    :    sejenis belati di mana gagang dan bilah belatinya seperti membentuk huruf L.

Ukuran    :    beragam antara 10 – 50 cm (untuk panjang mata belatinya).

Jenis    :    mata belati berlengkung seperti keris dan mata belati lurus seperti pedang.

Fungsi    :    mempertahankan diri dari musuh saat berperang.

Filosofi    :    simbol tingkatan (kelas/strata) sosial bagi pemiliknya.

# Senjata Tradisional Jatim (Jawa Timur)

Jawa Timur salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai banyak senjata tradisional. Beberapa di antaranya adalah celurit, keris, buding, bionet, caluk, dan kudi. Namun, dari sekian senjata tradisional tersebut, celurit dan keris yang sering didengar masyarakat. Berikut ini ulasan tentang celurit:

Bentuk    :    melengkung seperti bulan sabit pada bilahnya dengan mata pisau pada bagian dalam dan ujung bilah sangat runcing.

Ukuran    :    panjang bilang beragam, namun pada umumnya panjan pegangan sekitar 20 cm.

Fungsi    :    membela diri saat menghadapi musuh, mengumpulkan makanan ternak, bercocok tanam, dan sebagainya.

# Senjata Tradisional Sumbar (Sumatra Barat)

Minangkabau kaya akan kebudayaannya, salah satunya senjata tradisional. Ada beberapa jenis senjata tradisional yang ada di daerah ini, antara lain kerambit, karih (keris), kalewang, ruduih, dan piarik. Dari sekian banyak senjata tersebut, yang paling populer adalah kerambit. Berikut ini ulasan lengkapnya:

Bentuk    :    sejenis pisau genggam dengan mata pisau melengkung siku (ada yang polos, ada juga yang berukir); sekilas bentuknya mirip cakar harimau.

Sifat    :    mempunyai ujung sangat runcing yang mampu menyayat badan dengan cepat dan dalam.

Fungsi    :    mencabut akar, menanam padi, dan alat bela diri.

# Senjata Tradisional Sumut (Sumatra Utara)

Suku Batak di Sumatra Utara tidak hanya terkenal akan logat bicaranya, namun juga senjata tradisionalnya. Ada banyak senjata tradisional di provinsi ini, antara lain pisau gaja dompak, tunggal panaluan, hujur siringis, piso silima sarung, piso sitolu sasarung, piso karo, piso gading, piso sanalenggam, dan piso toba. Dari sekian banyak senjata tersebut, yang paling populer adalah pisau gaja dompak. Berikut ulasan tentang senjata tersebut:

Bentuk    :    berupa pisau dengan gagang berukir gajah

Fungsi    :    dahulu sebagai senjata pusaka raja, kini dijadikan sebagai alat untuk memotong atau menusuk.

Mitos    :    mempunyai kekuatan ghaib sehingga dapat memberi kekuatan pada pemiliknya.

# Senjata Tradisional Betawi

Sebagai ibukota Indonesia, Jakarta tidak hanya menyimpan keindahan dan kemodernan kota. Di balik semua itu, Jakarta juga menyimpan budaya tinggi yang sampai sekarang tidak terpengaruh budaya asing, yaitu senjata tradisional. Betawi yang notabene merupakan penduduk asli Jakarta ini mempunyai banyak senjata tradisional, antara lain golok, keris, belati, badik cangkingan, trisula, toya, pisau raut, dan cunrik. Namun, dari sekian banyak senjata tersebut, golok merupakan yang paling populer. Berikut ulasannya:

Bentuk    :    berupa pisau dengan ukuran lebih besar dan tampak kokoh.

Fungsi    :    alat menjaga diri sekaligus aksesoris busana adat.

Jenis    :    gablongan (untuk bekerja) dan sorenan (untuk simpanan, hanya digunakan untuk menyembelih hewan dan menjaga diri).

Macam    :    golok betok (pendek), golok ujung turun (ujungnya lancip), dan golok gobang (panjang).

# Senjata Tradisional Banten

Banten termasuk provinsi baru di Indonesia. Namun begitu, peninggalan sejarah berupa senjata tradisionalnya sudah cukup kaya. Meskipun sebagian besar berupa golok, namun tampilan maupun namanya berbeda. Beberapa senjata tradisional tersebut antara lain bedog, golok ciomas, golok salungkar, congkrang (arit), dan parang. Dari sekian senjata tersebut, yang cukup terkenal dan tidak lepas dari sejarah adalah golok ciomas. Berikut ulasan tentang golok ciomas:

Fungsi    :    membela diri dan cinderamata.

Pembuatan    :    hanya dilakukan pada bulan Mulud dengan menggunakan godam (palu).

Filosofi    :    simbol kekeluargaan.

# Senjata Tradisional Sulsel (Sulawesi Selatan)

Masyarakat Sulawesi Selatan mempunyai dua buah senjata tradisional yang sampai saat ini masih digunakan, yaitu alameng dan badik. Keduanya mempunyai keunikan tersendiri. Namun, yang paling populer adalah badik. Berikut ini ulasan tentang badik:

Bentuk    :    seperti pisau yang tajam dan runcing dengan pegangan melengkung dan dalam ukuran pendek.

Fungsi    :    untuk menjaga diri dari serangan musuh maupun memberikan rasa aman..

Jenis    :    badik raja (dari logam berkualitas dengan pamor indah di hulunya), badik lagencong (ukurannya sejengkal, dilengkapi bisa racun), badik luwu (konon terbuat dari bibir kemaluan perawan sehingga orang berilmu kebal tetap mati), dan badik lompo battang (badik dengan bentuk bilah seperti perut besar).

# Senjata Tradisional Kaltim (Kalimantan Timur)

Ada sekitar empat buah senjata tradisional yang dimiliki masyarakat Kalimantan Timur, yaitu mandau, bujak, gayang, dan sumpit. Berikut ini ulasan tentang senjata mandau:

Bentuk    :    panjang sekitar 50 cm seperti pedang, di mana di masing-masing bilah yang tidak tajam terdapat ukiran dan bentuk gagangnya unik.

Mitos    :    mempunyai kekuatan spiritual yang dapat menghalau bahaya datang pada pemiliknya.

Fungsi    :    untuk alat mempertahankan diri dan juga koleksi (cinderamata).

Jenis    : mandau ilang (bilahnya hampir lurus), mandau langgi tinggang (bilahnya agak melengkung ke belakang), mandau naibur (memakai pengait), mandau pakagan, dan mandau bayou.

# Senjata Tradisional Maluku

Ada dua senjata tradisional dari Maluku yang saat ini masih digunakan oleh masyarakatnya, yaitu kalawai dan parang salawaku. Namun, yang paling terkenal adalah parang salawaku karena tercermin pada tarian Cakalelenya. Berikut gambaran tentang parang salawaku:

Bentuk    :    berupa pisau (dipegang tangan kanan) dan perisai (dipegang tangan kiri).

Fungsi    :    berperang melawan penjajah (dahulu) dan cinderamata (sekarang).

Filosofi    :    melambangkan keberanian, perjuangan, dan kemerdekaan bagi rakyat Maluku.

# Senjata Tradisional Sulut (Sulawesi Utara)

Setidaknya ada tiga macam senjata tradisional masyarakat Sulawesi utara, yaitu pedang bara sangihe (mempunyai dua gagang dan dua ujung pedang yang runcing), perisai (dari kayu dengan ukiran dan motif binatang atau dedaunan), dan peda. Berikut gambaran tentang senjata tradisional yang paling populer, yaitu peda:

Bentuk    :    sejenis parang dengan ukuran pendek sekitar 50 cm dan mempunyai ujung bercabang dua.

Bahan    :    bilahnya terbuat dari besi, sedangkan gagangnya terbuat dari kayu keras.

Fungsi    :    bertani, menyadap enak, dan mempertahankan diri.

# Senjata Tradisional Yogyakarta

Sebagai provinsi yang masih kental dengan budaya kraton, ada banyak senjata tradisional yang dimiliki masyarakat Yogyakarta, antara lain keris, tombak, patrem, wedhung, pedang, condroso (hiasan sanggul yang tajam ujungnya), canggah (tombak dengan dua mata), cangkol), dan bandhil. Berikut gambaran tentang keris Jogja:

Bentuk    :    termasuk kategori belati dengan ujung lancip atau runcing dan dua sisi bilah tajam.

Jenis    :    bilah lurus dan bilah berkelok.

Fungsi    :    untuk berperang, simbol kelas sosial pemiliknya, pelengkap busana adat, dan pagelaran budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *